Judul Buku :
The Real Hero; Menjadikan Anda Pahlawan Sejati dalam Kehidupan
Penulis :
Hawari Aka
Penerbit :
Langit Media
Cetakan :
I, Oktober 2012
Tebal :
xxiv + 172 halaman
Peresensi :
Eka Siti Nurjanah*)
Pemberani dan gagah adalah hal-hal yang seringkali kita
identikan dengan sebutan pahlawan. Bung Tomo, Jenderal Sudirman, Pangeran
Diponegoro adalah beberapa contoh pahlawan besar yang sangat kita kenal dalam
memperjuangkan bangsa Indonesia. Berawal dari hal besar yang mereka lakukan,
kemudian dijadikanlah perjuangan mereka sebagai contoh dari konsep untuk
memaknai kata pahlawan. Hingga kemudian secara tidak langsung yang tertanam
dalam mind-set kita adalah konsep pahlawan yang identik dengan
pengorbanan fisik. Hal tersebut tentu saja membatasi konsep tentang arti pahlawan
yang sebenarnya.
Tokoh-tokoh pahlawan seperti yang telah disebutkan di
atas, atau seperti tokoh-tokoh dalam film-film sebenarnya tidak salah untuk
dijadikan contoh dalam memaknai arti kata pahlawan. Hanya saja konsep yang
disampaikan bahkan sejak duduk disekolah dasar adalah dengan mengenalkan
tokoh-tokoh pahlawan yang identik dengan pengorbanan fisik. Hal tersebut merupakan
penjelasan yang kurang tepat. Seharusnya dalam memberikan penjelasan tidak
serta merta bahwa pahlawan adalah seseorang yang rela berkorban dan gugur dalam
perjuangan. Namun juga menjelaskan makna pahlawan dengan memberikan contoh yang
lain, misalnya berkenaan dengan kehidupan sehari-hari dan kepribadian yang
baik. Bahkan tokoh-tokoh diatas seperti Bung Tomo, Jendral Sudirman, Pangeran
Diponegoro mampu menjadi pahlawan bangsa karena mereka mengawalinya dengan
belajar menjadi pribadi yang baik dan
terus memperbaiki diri terlebih dahulu.
Maka kali ini, kita akan belajar mengenal dan menjadi
sosok pahlawan yang berbeda. Kita tidak perlu lagi menjadi pahlawan yang harus
memakai berbagai macam atribut. Melainkan, kita akan menjelma menjadi sosok pahlawan
sejati dalam kehidupan. Baik untuk kehidupan pribadi maupun memberi manfaat
bagi kehidupan orang banyak lainnya. Menjadi sosok pahlawan yang selalu terus
berjuang memperbaiki diri di tengah hiruk pikuk permasalahan yang ada.
Lewat bukunya yang berjudul The Real Hero, Hawari memaparkan
8 kunci bagaimana menjadi pahlawan kehidupan yang lebih baik. Hawari membaginya
antara lain dengan: 1) Bagaimana Cara Berpikir, 2) Besarnya Impian, 3) Berani
Berproses, 4) Berani Gagal, 5) Menjadi yang Terbaik, 6) Persahabatan, 7) Enam
Pondasi Kesuksesan, dan 8) Do’a. Kedelapan hal tersebut semuanya saling
bersinergi.
Dari bab-bab yang akan dibahas dalam bukunya, Hawari
meletakkan bab “Bagaimana cara berpikir” di bab pertama. Mengapa mengetahui
bagaimana cara berpikir perlu dibahas pertama kali? Jelas bahwa segala tindakan
dan apapun yang kita rencanakan dimulai dengan berpikir. dan cara berpikir yang
tepat yang akan menentukan seperti apa sikap kita dalam melaksanakan dan
merespon suatu persoalan maupun kejadian tertentu. Selain itu, dengan tahu
bagaimana cara berpikir lah yang akan menentukan menjadi seperti apa kita
nantinya. Peribahasa mengatakan, berpikir besar maka kita akan memperoleh hasil
yang besar, dan berpikir kerdil maka kita akan menjadi semakin kecil. Maka
menjelma menjadi sosok pahlawan itu bukanlah tidak mungkin selama kita mau
mengubah cara berpikir kita dan mau berproses menjadi lebih baik (halaman 13).
Contoh lugas yang dipaparkan oleh penulis dalam buku ini
antara lain pencapaian luar biasa dari seorang Obama. Obama adalah orang Afrika
yang pertama kali terpilih menjadi Presiden Amerika. Lalu bagaimana cara
berpikir Obama hingga ia mampu menjadi sosok yang luar biasa? Obama berani
berpikir besar. Ia mencanangkan mimpinya itu sejak usia 5 tahun. Dengan
tujuannya itulah ia kemudian mampu belajar ilmu politik di University of Columbia dan melanjutkannya ke Harvard
University (halaman 17).
Berawal dengan berani berpikir besar, Obama terus giat
belajar, mempelajari politik, mengikuti organisasi dan kegiatan-kegiatan
sosial. Semua itu menjadikannya terasah dan memiliki berbagai pengalaman yang
ia perlukan untuk menjadi seorang Presiden Amerika (halaman 18).
Berdasarkan contoh kisah tersebut, pahlawan tidak lagi
diidentikan hanya dengan pengorbanan fisik berupa nyawa atau semacamnya. Namun,
yang perlu ditekankan bahwa pahlawan sejati sebenarnya adalah terus berjuang untuk menjadi
lebih baik dalam kehidupan. Selalu berani berpikir besar, bermanfaat dan
menghadapi kekurangan-kekurangan maupun masalah yang kadang sering membuat kita
terjatuh dan tidak berani bangkit kembali.
“Orang-orang besar tidak begitu saja memperoleh
kebesaran, apalagi keberuntungan. Mereka tidak secara tiba-tiba menjadi tenar
dan terkenal. Bill Gates, David Beckham, Donald Trump, Waren Buffet, Ricard
Branson, Jet Li, Stallone dan Barack Obama tidak begitu saja mencapai posisi
seperti sekarang ini. Mereka menjadi sukses dan terkenal karena memiliki satu
persamaan; mereka berani berpikir besar dan menetapkan tujuan besar sejak usia
muda”, demikian apa yang telah dipaparkah Hawari dengan lugas dalam bukunya
(halaman 15).
Hawari telah berhasil mengemas konsep pahlawan sejati
dengan begitu menggugah. Konsep dan pembentukan pemikiran yang positif telah
tergambar di dalamnya. Ia ingin menunjukkan bahwa siapapun mampu menjadi
pahlawan sejati selama berani untuk berpikir besar dan menghadapi proses yang
terjadi dalam hidupnya. Jadi, semua tergantung bagaimana cara berpikir kita dan
bagaimana kita mengupayakannya. Maka, buku ini penting untuk dibaca bagi Anda
yang ingin menjelma maenjadi pahlawan sejati dalam kehidupan. Selamat membaca!
*) Peresensi adalah Pecinta Buku dari Yogyakarta


