Sabtu, 05 Januari 2013

Mengintip Perbincangan Perempuan

 


Kedaulatan Rakyat, 16 Desember 2012

Judul Buku     : Girl Talk; 60 Perempuan, 30 Kisah.

Penulis         : Lala Purwono

Penerbit        : Stiletto Book

Cetakan        : I, Juni 2012

Tebal          : x + 188 halaman

Peresensi       : Eka Siti Nurjanah*)


Bercerita, banyak ngomong, nggosip, selalu diidentikan dengan perempuan. Sehingga segala hal diceritakan. Mulai dari yang memang penting sampai remeh temeh. Meski sesungguhnya bukan sekadar penting tidaknya yang diceritakan, tapi kepuasan batin. Mereka berpikir, bagaimana mengungkapkan perasaan, menemukan solusi, adanya dukungan dan meski hanya sekadar didengarkan.


Buku ini, membawa kita untuk mengeksplorasi apa saja yang diperbincangkan sebagian besar perempuan. Kita akan tahu seperti apa mereka berceloteh tentang hidup mereka, bahagia, penantian, penderitaan, suka duka, sakit hati karena cinta, laki-laki, kehamilan dan lain kisah heboh yang diperbincangkan.
Mungkin, kisah inipun tak jauh dari kisah Anda sendiri.


Seperti kisah kakak adik; Mita dan Gita. Mita perempuan menikah dan belum dikaruniai anak. Sedang Gita adalah kakak yang belum menikah di usia yang ke 40. Mita mengeluhkan selalu hadirnya pertanyaan yang membuat tertekan dan merasa tersudutkan : kapan hamil, kenapa belum hamil dan lainnya (hal 171). 

Sebagai kakak, Gita memberi masukan amat bijak. Tak semua orang memiliki cara berpikir sama dengan mereka berdua, termasuk soal kehamilan. Daripada susah mengubah pola pikir banyak orang, maka lebih baik mengubah pola pikir sendiri. Maka, biarkan orang bertanya sesuka mereka, tinggal kita jawab saja dengan jawaban simple, tegas serta sebuah senyuman. Supaya mereka sadar dengan sendirinya bagaimana cara berkomunikasi dengan baik (hal 172-174)


Cerita di atas hanyalah satu dari 30 kisah. Tak hanya sekadar serita yang disajikan dalam buku ini, namun hikmah dibalik setiap cerita pun tersirat bahkan tersurat dengan baik. Dan hikmah itu berhasil dikemas dengan apik tanpa menggurui lewat cerita perempuan yang selama ini bisa kita pandang remeh. Girl Talk tak sekadar memberikan cerita kosong. Tapi juga memberikan solusi atas problem kebanyakan perempuan, hikmah dan mampu membuka sebuah pandangan baru dari tiap cerita yang ada. Bisa jadi, cerita itu adalah kisah kita sendiri pula.


Maka, jangan menganggap enteng kebiasaan perempuan bercerita. Tak selamanya mereka hanya bergosip. Tak selamanya mereka membahas hal-hal kecil atau negatif yang menghabiskan waktu. Tapi mereka bercerita, berbagi solusi dan saling menguatkan serta memberikan dukungan. Jadi, jangan sampai meninggalkan buku ini begitu saja. Siapa tahu, Anda juga mengalami kisah senada dan mungkin bisa menemukan solusinya.


*) Eka Siti Nurjanah, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis FBS UNY

1 komentar: